Sering Dianggap Hepatitis, Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Kanker Hati

Hati merupakan organ penting yang berfungsi menyaring dan memproses darah serta fungsi pembersihan racun dalam tubuh. Karena fungsinya tersebut, hati cukup rentan terhadap penyakit salah satunya adalah kanker hati. Apa itu kanker hati?

Apa Itu Kanker Hati?

Kanker hati merupakan kanker yang muncul pertama kali di organ hati kemudian menyebar ke organ lain. Kanker hati bisa terjadi karena sel-sel hati bermutasi kemudian membentuk tumor. Kanker hati merupakan salah satu ketakutan banyak orang karena memiliki harapan hidup yang rendah. Apabila seseorang sudah didiagnosis kanker hati, biasanya hanya mampu bertahan hidup selama lima bulan saja. Hal ini disebabkan karena kanker hati baru diketahui setelah mencapai stadium lanjut.

Dari lima kanker yang paling banyak menyebabkan kematian, salah satunya adalah kanker hati. Bahkan menurut data Globocan tahun 2008-2012, penyakit ini merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di dunia dan kedua terbesar di Asia Pasifik. Sedangkan menurut penelitian dari WHO di tahun 2015, kanker ini telah menyebabkan 700.000 kematian dari 9 juta kasus kematian yang diakibatkan oleh kanker.

Jenis Kanker Hati

Kanker hati terdiri dari dua kategori yakni kanker hati primer dan kanker hati sekunder. Yang dimaksud dengan kanker hati primer yakni kanker hati yang berasal dari organ hati seperti hepatocellular carcinoma misalnya. Kanker hati jenis biasanya dipicu karena komplikasi dari penyakit hati lainnya seperti radang hati (hepatitis) dan sirosis.

Kanker hati primer lainnya yang sering terjadi yakni kanker yang berkembang di saluran empedu (cholangiocarcinoma), angiosarcoma yang tumbuh di sel pembuluh darah dalam hati dan hepatoblastoma atau kanker hati yang hanya dialami oleh anak-anak. Berbeda dengan kanker hati primer yang muncul dari hati, jenis kanker hati sekunder merupakan kanker yang tumbuh di organ lain lalu menyebar (metastasis) ke hati. Kanker dari organ lain yang biasanya turut menyebar ke hati yakni kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus dan kanker lambung.

Gejala Kanker Hati

Kanker hati seringkali tak terdeteksi karena gejalanya menyerupai penyakit hepatitis. Kalaupun penyakit ini sudah terdeteksi, ternyata sudah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhannya kecil. Salah satu gejala kanker hati yang paling umum yakni warna kulit menjadi kekuningan seperti layaknya penyakit hepatitis. Hal ini wajar mengingat hepatitis kronis merupakan salah satu penyebab kanker hati.  Salah satu resiko kanker hati yang paling banyak dihadapi disebabkan karena perlemakan hati serta infeksi virus hepatitis B dan C.

Hingga saat ini belum ditemukan cara yang lebih mudah untuk mendeteksi kanker hati hingga stadium lanjut. Pemeriksaan lanjutan yang lebih teliti diperlukan untuk membedakan antara hepatitis dan kanker hati. Salah satu cara yang paling efektif untuk membedakannya yakni menggunakan USG. Jadi, ketika menemukan ada benjolan ketika dilakukan USG, dokter akan segera memastikan apakah benjolan tersebut kanker hati atau penyakit lainnya.

Selain gejala warna kulit kekuningan, kanker kulit juga sering diketahui sudah mencapai stadium lanjut ketika menunjukkan gejala adanya penumpukan cairan di dalam perut, nyeri di perut bagian atas, mual, muntah, capek, urine berwarna gelap seperti air teh, tinja berwarna pucat, perut terasa penuh, penurunan berat badan dan pembengkakan organ hati. Penyakit kanker hati bisa menyerang siapa saja, namun penderita penyakit hati, penderita HIV/AIDS, pasien yang menjalani terapi radiasi dan orang yang sering terpapar zat kimia memiliki resiko tinggi terserang kanker hati.

Kanker hati juga lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Hal ini diduga karena wanita memiliki hormon yang mampu menjauhkannya dari kanker hati. Selain faktor jenis kelamin, perlemakan hati dan virus hepatitis, faktor genetik juga bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit hati. Apabila Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter sehingga bisa mendapat diagnosis lebih dini.

Pengobatan Kanker Hati

Guna mencegah kanker hati, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Seperti screening dan vaksinasi hepatitis B dan pemeriksaan USG. Kanker hati juga berbeda dengan kanker lainnya karena jenis kanker ini tak bisa disembuhkan melalui penanganan kemoterapi. Tindakan medis kepada penderita kanker hati nantinya akan disesuaikan dengan stadium kanker penderitanya.

Untuk penderita kanker hati stadium awal atau stadium I akan ditangani dengan tindakan bakar kanker dan operasi. Untuk penderita kanker stadium II bisa diberikan tindakan bakar kanker dan cangkok hati. Sedangkan penderita kanker hati stadium III hingga stadium lanjut bisa diberikan tindakan embolisasi. Pengobatan embolisasi yakni menempatkan kateter dalam pembuluh darah guna memberikan suntikan partikel sehingga aliran darah terhambat. Apabila aliran darah yang memberi asupan makanan ke sel kanker terblokir, lama kelamaan sel kanker akan mati.

Seringkali dalam tindakan embolisasi, penderita kanker hati juga akan diberi obat kemoterapi. Pada kanker hati yang belum begitu parah tindakan ini efektif menghambat pertumbuhan sel kanker. Dari semua langkah pengobatan kanker hati tersebut, cara yang dianggap paling efektif yakni operasi. Tindakan operasi yang dimaksudkan yakni pemotongan bagian hati yang sudah berubah menjadi kanker atau cangkok hati.

Lalu, kenapa kanker hati sulit disembuhkan? Hal ini karena hati merupakan organ yang tak memiliki persarafan sehingga tak mampu merasakan apapun yang terjadi di hati. Jadi, tak mengherankan apabila kanker hati stadium awal tak bisa dirasakan dan baru terasa ketika tumor sudah sedemikian besar dan membuat jaringan hati meregang.

Belum lagi sel-sel hati memiliki fungsi menetralisir racun atau obat yang toksik. Sehingga ketika diberi pengobatan berupa obat kanker tak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sel kanker di hati. Jadi, obat kanker yang dimasukkan ke sel-sel hati langsung dikeluarkan kembali sehingga tak memberi pengaruh apapun bagi sel hati yang sudah menjadi kanker.

Pencegahan Kanker Hati

Sangatlah penting bagi penderita kanker hati untuk mendapatkan penanganan yang maksimal dengan menggunakan teknik pengobatan terbaik agar kanker tak semakin parah. Mulai dari peralatan pengobatan yang lengkap hingga tenaga medis yang kompeten layak menjadi pertimbangan. Selain pengobatan, masyarakat juga perlu mengetahui mengenai pencegahan kanker hati.

Anda bisa mengurangi resiko terkena kanker hati dengan jalan menerapkan gaya hidup sehat, mengurangi makanan berlemak serta memperbanyak makanan berserat. Mayoritas kerusakan hati disebabkan karena radikal bebas. Anda bisa menetralisirnya dengan menggunakan sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin A, C dan E. Hindari aktivitas seks bebas dan minum minuman beralkohol yang tak baik untuk hati.

Lakukan screening dan vaksinasi hepatitis sehingga Anda bisa mengetahui apakah hati Anda dalam kondisi sehat atau tidak. Apabila Anda mengalami hepatitis, segera lakukan pengobatan sebelum menjadi sirosis. Hepatitis C yang tak diobati dan sudah berkembang menjadi sirosis akan memperbesar kemungkinan terjadinya kanker hati. Bahkan walau penyakit sirosis sudah sembuh, Anda tetap harus melakukan pengawasan agar tak berkembang menjadi kanker hati.