Mengenal Apa Itu Kanker Ginjal, Apa Saja Penyebabnya dan Bagaimana Langkah Pengobatannya

Kanker bisa menyerang hampir di semua organ tubuh, termasuk ginjal. Kasus kanker ginjal memang belum sebanyak penyakit kanker lainnya, namun tetap harus diwaspadai apalagi karena gejalanya acapkali diabaikan dan menyerupai perut lainnya. Lalu, apa itu kanker ginjal sebenarnya dan apa saja gejalanya?

Apa Itu Kanker Ginjal?

Seperti yang telah kita ketahui, organ ginjal terdiri dari dua organ yang terpisah dengan bentuk menyerupai kacang dan masing-masing berukuran sekepalan tangan. Organ ini terletak di dalam perut bagian bawah tepatnya di sebelah kanan dan kiri tulang belakang. Organ ginjal yang merupakan bagian dari saluran kandung kemih memiliki tugas memproduksi air seni sekaligus membuang sampah sisa-sisa proses pencernaan makanan dan kelebihan cairan dari dalam darah.

Nah, kanker ginjal merupakan penyakit kanker yang asalnya dari dalam organ ginjal tersebut. Dari semua kasus kanker ginjal, sel renal karsinoma merupakan kasus kanker ginjal yang paling umum terjadi. Setidaknya kasus kanker ginjal sel renal karsinoma merupakan 90%-95% dari semua kasus kanker ginjal yang dialami pasien. Namun, kejadian kasus kanker ini juga cukup langka karena hanya terjadi 1 dari 10.000 orang tiap tahunnya.

Kanker ginjal bisa dialami oleh pria dan wanita mulai anak-anak hingga orang dewasa. Tapi, jumlah penderita kanker ginjal wanita jauh lebih banyak daripada penderita laki-laki. Setidaknya ada 3 jenis kanker ginjal yang umum terjadi, yakni :

  • Renal Sarkoma

Jenis kanker ginjal ini tergolong jarang karena terjadi kurang dari 1% dari seluruh kasus kanker ginjal yang dialami pasien. Kanker ginjal renal sarkoma biasanya mulai menyerang dari jaringan ikat ginjal atau pembuluh darah.

  • Karsinoma Sel Transisi

Kanker sel transisi sering juga disebut sebagai urothelial karsinomas. Kanker ini dialami oleh 5 sampai 10 orang di setiap 100 kasus kanker ginjal.

  • Tumor Wilms (Nephroblastoma)

Kanker ginjal jenis nephroblastoma jarang menyerang orang dewasa. Kebanyakan kasus kanker ginjal ini dialami oleh anak-anak.

Gejala Kanker Ginjal

Kanker ginjal bisa dikendalikan sepanjang Anda bisa mengurangi faktor pemicu kanker. Anda bisa mendiskusikan faktor-faktor pemicu tersebut dengan dokter langganan Anda atau dengan mengenali gejala kanker ginjal ini. Gejala kanker ginjal biasanya sulit terdeteksi karena bisa muncul seperti penyakit perut biasa apalagi ketika masih di stadium awal. Namun, ada beberapa gejala khas yang bisa diidentikkan dengan gejala kanker ginjal terutama ketika sudah menginjak stadium lanjut, seperti berikut ini misalnya :

  • Kekurangan darah (anemia).
  • Keluar keringat di malam hari.
  • Demam.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Warna urine berubah menjadi kecokelatan atau kemerahan karena bercampur dengan darah.
  • Nyeri dan bengkak di sekitar area pinggang dan punggung bawah.
  • Pada pria sering diiringi dengan pembengkakan pembuluh darah sekitar testis.
  • Apabila kanker ginjal sudah menyebar ke paru-paru maka akan menyebabkan batuk darah.
  • Pembengkakan kelenjar di bagian leher.
  • Penurunan berat badan.
  • Tubuh terasa lemah dan lesu.

Apabila Anda mengalami gejala kanker ginjal di atas, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter Anda. Segera hubungi dokter ketika air seni mengandung darah atau ketika merasakan pembengkakan dan nyeri di sekitar area perut. Gejala tersebut bisa saja bukan disebabkan oleh kanker ginjal melainkan penyakit lain namun tetap harus diwaspadai.

Penyebab Kanker Ginjal

Selain memahami apa itu kanker ginjal, Anda juga perlu mengetahui faktor pemicu penyakit ini. Hingga saat ini penyebab kanker ginjal masih belum diketahui secara pasti. Namun, menurut penelitian ada beberapa hal yang dianggap menjadi pemicu kanker ginjal yakni :

  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Merokok
  • Riwayat keluarga atau faktor genetik. Seseorang dengan anggota keluarga yang pernah memiliki riwayat menderita kanker ginjal memiliki resiko lebih besar untuk mengalami penyakit kanker ginjal. Ditambah lagi beberapa kondisi kesehatan tertentu di dalam keluarga juga bisa mempengaruhi peluang seseorang mengalami kanker ginjal seperti sindrom Von Hippel-Lindau (VHL).

Langkah Diagnosis Kanker Ginjal

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala penyakit yang Anda alami, maka dokter akan melakukan langkah-langkah diagnosis. Diagnosis kanker ginjal oleh dokter dimulai dengan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan gejala sakit yang dialami oleh pasien termasuk melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan guna mendeteksi adanya pembengkakan atau benjolan yang tidak biasa.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memperoleh diagnosis yang lebih pasti. Beberapa tindakan pemeriksaan lanjutan yang biasa dilakukan seperti tes darah, tes urine, ultrasonografi (USG), CT scan, MRI dan biopsi. Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan guna mendeteksi adanya infeksi, gangguan pada fungsi ginjal, pengambilan sampel dan mendapatkan gambaran kondisi ginjal pasien. Apabila dalam pemeriksaan lanjutan disimpulkan pasien mengalami gejala kanker ginjal, maka dokter akan memberitahu stadium kanker ginjal.

Langkah Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal disesuaikan dengan diameter kanker dan tahap penyebarannya dalam tubuh. Beberapa langkah pengobatan tersebut meliputi operasi, terapi ablasi, embolisasi dan radioterapi.

  • Operasi

Metode pengobatan ini merupakan yang paling banyak dilakukan pada pasien kanker ginjal. Biasanya prosedur operasi yang dilakukan yakni nefrektomi parsial dan nefrektomi radikal. Nefrektomi parsial yakni prosedur pengangkatan sebagian dari ginjal yang telah berubah menjadi sel kanker. Prosedur ini biasa dilakukan jika diameter tumor masih dianggap kecil atau kurang dari 4 cm.

Sementara itu prosedur nefrektomi radikal merupakan prosedur pengangkatan seluruh organ ginjal. Prosedur ini mengakibatkan pasien harus hidup dengan satu ginjal. Prosedur operasi ginjal tersebut bisa dilakukan secara laparoskopi dan operasi terbuka.

  • Terapi Ablasi

Terapi ablasi dilakukan dengan cara krioterapi dan ablasi radiofrekuensi. Terapi krioterapi merupakan terapi dimana dilakukan pembekuan sel-sel kanker guna menghancurkan sel kanker tersebut. Kebalikannya, ablasi radiofrekuensi merupakan terapi yang memanfaatkan panas untuk menghancurkan sel-sel kanker. Meski banyak dilakukan, terapi ablasi ternyata memiliki efek samping seperti kerusakan pada ureter dan pendarahan di sekitar ginjal.

  • Radioterapi

Pengobatan ini memanfaatkan radiasi energi radioaktif untuk menghancurkan sel kanker. Metode radioterapi memang tak bisa mengobati kanker ginjal sampai tuntas, tapi efektif untuk memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi gejala yang dialami pasien. Pengobatan ini juga memiliki efek samping seperti diare, lelah dan kulit kemerahan di area yang terkena radiasi.

  • Embolisasi

Pengobatan embolisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan zat khusus melalui kateter ke dalam pembuluh vena ginjal. Penyuntikkan zat khusus ini dilakukan untuk menghambat aliran darah. Aliran darah yang terhambat nantinya akan memutus pasokan oksigen dan nutrisi ke dalam ginjal dan sel kanker sehingga secara perlahan tumor akan menyusut.

Selain langkah-langkah pengobatan kanker ginjal di atas, pasien juga disarankan untuk melakukan terapi obat. Terapi obat dilakukan dengan cara pemberian obat seperti pazopanib, sunitinib, sorafenib dan everolimus guna menghentikan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Demi mempercepat kesembuhan dan mengurangi resiko kanker ginjal, sangat disarankan untuk berhenti merokok, menjaga berat badan, menjaga tekanan darah dan menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di area yang banyak bersentuhan dengan zat berbahaya.