Apa itu Kanker Esofagus? Gejala, Penyebab, Pengobatan

Pernahkah kamu mendengar penyakit bernama kanker? Sebenarnya apa sih kanker itu? Kenapa banyak orang yang terlihat ngeri mendengar nama penyakit itu? Yups, tepat sekali. Kanker adalah sebuah penyakit yang muncul ketika ada sel-sel yang tumbuh abnormal. Sel-sel abnormal ini akan membelah terus-menerus sampai tak terkendali dan menghancurkan sel-sel lain, bahkan jaringan tubuh.

Ada banyak sekali jenis kanker, ada kanker payudara, kanker paru-paru, kanker darah ( leukemia ), kanker prostat dan masih banyak jenis lainnya. Biasanya kanker akan menyerang bagian-bagian tubuh yang cukup rawan dan vital. Namun Apakah kamu pernah mendengar tentang kanker esofagus? Apa itu kanker esofagus? Gejala, penyebab, pengobatan, dll. Untuk mengetahui apa itu kanker esofagus, gejala, penyebab dan bagaimana cara untuk mengobatinya, mari perhatikan sekilas ulasan tentang kanker esofagus berikut ini.

Kanker Esofagus

Sebelum mengenal lebih jauh tentang kanker esofagus, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu, apa itu esofagus? Esofagus adalah sebuah organ pada tubuh vertebrata yang berbentuk seperti tabung yang berotot dan berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut ke dalam lambung. Dalam bahasa sehari-hari, kita biasa menyebut esofagus dengan nama kerongkongan.

Walaupun mungkin masih terdengar asing, namun esofagus merupakan salah satu organ dalam manusia yang cukup rawan terkena kanker. Kanker esofagus biasanya tumbuh di bagian bawah kerongkongan, walaupun tak menutup kemungkinan bahwa kanker ini bisa tumbuh dimana pun di sepanjang kerongkongan. Kanker ini muncul karena adanya pertumbuhan abnormal dari sel yang berada pada jaringan epitel esofagus.

Umumnya kanker esofagus terdiri dari dua jenis, yaitu kanker sel skuamosa dan adenokarsioma. Kanker sel skuamosa atau dalam bahasa medis disebut squamous cell carcinoma adalah jenis kanker yang terjadi pada sel berbentuk pipih yang membentuk bagian permukaan esofagus. Kanker skuamosa ini biasanya menyerang bagian atas esofagus.

Sedangkan adenokarsioma merupakan jenis kanker yang terjadi pada sel yang berfungsi untuk menghasilkan mukus. Mukus sendiri berfungsi untuk melumasi makanan yang melewati esofagus. Kanker ini biasanya menyerang bagian dekat katup yang membatasi antara esofagus dengan lambung atau esofagus bagian bawah.

Gejala Kanker Esofagus

Kanker esofagus merupakan salah satu jenis kanker yang sulit terdeteksi. Ini disebabkan kanker esofagus tidak menunjukkan gejala apapun pada tahap awal munculnya. Sehingga kamu harus lebih waspada dan berhati-hati, terutama jika kamu pernah mengalami faktor-faktor risiko terkena kanker esofagus. Seperti halnya pernah mengalami esofagus Barrett atau pun iritasi kronis.

Selain itu, kamu juga harus mawas diri dan cekatan untuk melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan dini. Itu pun berlaku jika kamu merasa mengalami hal-hal berikut ini.

  1. Sulit menelan ( disfagia ).
  2. Batuk dan suara berubah menjadi parau.
  3. Kehilangan nafsu makan atau mengalami penurunan berat badan secara drastis, tanpa melakukan diet.
  4. Gangguan di sistem pencernaan.
  5. Nyeri di dada ( seperti ditekan atau terbakar ).
  6. Mengalami muntah darah.

Itulah beberapa gejala kanker esofagus yang dapat diamati. Walaupun tidak berarti mengalami gejala-gejala tersebut pasti mengalami kanker esofagus. Namun alangkah baiknya mencegah daripada mengobati. Lebih baik melakukan pemeriksaan dini daripada sudah terlanjur parah.

Penyebab Kanker Esofagus

Sampai saat ini belum ada penelitian maupun studi yang dapat memastikan penyebab dari kanker esofagus. Namun berdasarkan studi-studi yang telah dilakukan, dapat diambil sebuah kesimpulan yang menjadi praduga terjadinya kanker esofagus. Dugaan tersebut adalah adanya mutasi yang terjadi pada DNA jaringan epitel esofagus.

Mutasi pada DNA inilah yang diduga menjadi penyebab regenerasi sel epitel di esofagus tumbuh dan berkembang secara abnormal dan tidak terkendali. Tumbuhnya sel epitel yang tidak terkontrol ini dapat memicu tumbuhnya sel tumor pada esofagus. Sel tumor yang telah tumbuh pun bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Untuk menghindarinya kamu harus mengurangi risiko penyebab terjadinya kanker esofagus. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan risiko kanker esofagus, yaitu :

  1. Merokok
  2. Diet
  3. Minum Alkohol
  4. Obesitas
  5. Terapi Radiasi
  6. Refluks Empedu
  7. Makanan dan Minuman Panas

Selain faktor-faktor tersebut, ada pula faktor-faktor dari beberapa penyakit yang pernah diderita. Apalagi penyakit tersebut berkaitan dengan esofagus dan memiliki kemungkinan memperbesar risiko kanker esofagus. Penyakit-penyakit yang berpotensi memperbesar risiko kanker esofagus, yaitu sebagai berikut.

  1. Esofagus Barrett
  2. Tylosis
  3. Achalasia
  4. GERD
  5. Sindrom Peterson-Brown-Kelly

Cara Untuk Mengobati Kanker Esofagus

Setelah melakukan berbagai rangkaian tes dan prosedur untuk melakukan cek adanya kanker esofagus atau tidak, jikalau hasil diagnosis menyatakan bahwa kamu positif menderita kanker esofagus, jangan khawatir. Walaupun kanker adalah sebuah penyakit yang belum memiliki obat yang pasti, namun pengobatan terhadap kanker masih bisa dilakukan. Meskipun tidak 100%berhasil, namun kemungkinan sembuh pastinya lebih ada.

Pengobatan terhadap penderita kanker esofagus, didasarkan pada kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, jenis sel kanker yang diderita, dan tahapan kanker. Baru setelah itu dapat ditentukan perawatan kanker esofagus yang cocok. Berikut ini adalah beberapa perawatan yang biasanya dapat digunakan untuk mengobati kanker esofagus.

  1. Terapi Radiasi
  2. Terapi Photodynamic
  3. Kemoterapi
  4. Operasi
  5. Elektrokoagulasi

Pencegahan Kanker Esofagus

Ada pepatah mengatakan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Nah untuk itu lakukanlah pencegahan kanker esofagus sedini mungkin. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara, berikut ini.

  1. Berhenti Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor yang menyebabkan risiko kanker esofagus meningkat. Untuk itu, demi mencegah terjadinya kanker esofagus, bagi kamu yang sudah terlanjur merokok berhentilah sesegera mungkin. Sedangkan bagi kamu yang belum pernah merokok, jangan pernah sekalipun menyentuhnya.

  1. Hindari Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol juga menjadi salah satu faktor dari munculnya kanker esofagus. Oleh sebab itu, mulai saat ini hindarilah minuman beralkohol. Lebih baik lagi jika kamu benar-benar berhenti minum minuman beralkohol. Namun jika belum bisa berhenti 100%, setidaknya hindari dan minumlah dalam batas wajar dan batas yang diperbolehkan.

  1. Perbanyak memakan buah dan sayur

Untuk menjaga kesehatan pencernaan dan menjaga keseimbangan berat badan tentunya kita perlu memakan makanan yang mengandung banyak serat, mineral dan vitamin. Ketiga unsur tersebut, dapat kita temukan di buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk itu dengan mengonsumsi banyak sayur serta buah, secara tidak langsung turut menjaga kesehatan tubuh kita. Selain itu dapat menghindarkan kita dari penyakit yang cukup berbahaya, seperti kanker esofagus.

  1. Jaga kesehatan dan berat badan

Dengan menjaga kesehatan tentu akan membuat kita terhindar dari berbagai sumber penyakit, termasuk kanker esofagus. Namun, selain itu kita juga harus menjaga berat badan kita agar tetap ideal. Menjaga berat badan tetap ideal bukan hanya untuk mempercantik penampilan, namun untuk kesehatan pula. Memiliki badan yang terlampau gemuk bisa membuat kita obesitas dan menjadi salah satu faktor yang memicu kanker esofagus. Begitu pula dengan badan yang terlampau kurus. Untuk itu jagalah selalu kesehatan dan berat badan.

Nah, itulah beberapa informasi tentang Apa itu kanker esofagus? Gejala, penyebab, pengobatan, dll. Semoga bisa memberikan sedikit informasi yang membantu. Selain itu terus jaga kondisi tubuh dan jangan lupa untuk sehat.