Apa itu Kanker Endometrium? Gejala, Penyebab, Pengobatan

Berdasarkan riset yang telah dilakukan, diketahui ada 300.000 kasus penderita kanker endometrium yang didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Perlu diketahui, kanker endometrium termasuk jenis kanker ganas ginekologi yang paling umum terjadi. Berikut ini kami paparkan detail informasi mengenai penyakit kanker endometrium, gejala, penyebab hingga pengobatannya.

Sekilas Tentang Kanker Endometrium

Kanker endometrium merupakan jaringan atau disebut juga selaput lendir rahim yang tumbuh dan berkembang di luar rahim. Seharusnya jaringan endometrium harus melapisi dinding rahim. Secara umum, kanker endometrium tumbuh di bagian ovarium, tuba falopi maupun pada saluran menuju vagina. Kanker ini bukan gangguan akibat hubungan seksual sehingga baik wanita muda maupun wanita yang sudah tua berpotensi terkena penyakit ini. Hanya saja, secara umum kanker endometrium lebih sering diderita wanita yang sudah tua. Berdasarkan ilmu kedokteran, jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim diakibatkan oleh darah menstruasi yang masuk kembali ke tuba falopii dengan membawa serta jaringan dari lapisan dinding sehingga menetap dan tumbuh berkembang di bagian luar rahim.

Secara umum, kanker endometrium lebih sering diderita wanita yang memasuki masa menopause antara 60 sampai 70 tahun. Perlu diketahui, ada dua jenis utama kanker endometrium, yaitu:

  • Kanker endometrium tipe 1, tipe ini yang paling umum terjadi dan perkembangannya akan terjadi secara perlahan (non agresif). Kanker endometrium tipe 1 juga bisa terdeteksi sejak dini.
  • Kanker endometrium tipe 2, tipe ini memiliki sifat yang lebih agresif sehingga perkembangan dan penyebaran sel kanker terjadi secara cepat.

Gejala Kanker Endometrium

Perlu diketahui, salah satu gejala kanker endometrium yang paling sering dialami wanita ialah pendarahan pada vagina. Pendarahan biasanya akan muncul saat sindrom hereditary masih pada stadium awal. Hanya saja pendarahan memiliki tanda yang cukup berbeda dan sangat tergantung apakah penderita sudah menopause atau belum. Bagi pasien yang belum memasuki masa menopause, pendarahan vagina ditandai dari:

  • Darah yang keluar selama masa menstruasi lebih banyak dan lebih masa menstruasi juga lebih lama dan lebih dari 7 hari
  • Muncul bercak-bercak darah pada bagian luar masa menstruasi
  • Pendarahan vagina bisa terjadi sebelum maupun sesudah berhubungan seksual

Sedangkan untuk penderita yang sudah memasuki masa menopause, bentuk pendarahan maupun bercak darah dari bagian vagina biasanya muncul setahun sejak masa menopause dianggap tidak normal sehingga sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Selain pendarahan, beberapa gejala kanker endometrium yang umumnya terjadi ialah:

  • Mengalami keputihan encer dan biasanya terjadi setelah memasuki masa menopause
  • Merasakan nyeri pada bagian panggul atau bagian perut bawah
  • Nyeri berlebihan saat melakukan hubungan seksual

Perlu diketahui pula, kanker endometrium yang mulai memasuki stadium lanjut biasanya akan diikuti gejala-gejala tambahan seperti mual, kehilangan nafsu makan dan nyeri punggung.

Penyebab Kanker Endometrium

Hingga saat ini, penyebab kanker endometrium belum diketahui secara pasti. Hanya saja ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen di dalam tubuh disebut menjadi indikasi utama wanita mengalami kanker endometrium. Disebutkan jika kadar hormon progesterton yang lebih rendah dibandingkan kadar hormon estrogen akan mengakibatkan penebalan pada area lapisan rahim. Penebalan yang terus terjadi akan membuat sel kanker tumbuh seiring waktu. Tidak hanya itu saja, masih ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang mengalami kanker endometrium, antara lain:

  • Obesitas atau berat bada berlebihan
  • Mulai memasuki masa menopause pada wanita
  • Belum pernah hamil
  • Pernah menjalani terapi hormon tamoxifen, biasanya dilakukan oleh penderita kanker payudara
  • Menderita sindrom hereditary nonpolyposis colorectal cancer
  • Mulai memasuki masa menstruasi pada usia yang terlalu dini atau di bawah 12 tahun dan terlalu lama memasuki masa menopause dibandingkan wanita pada umumnya (50 tahun ke bawah).

Pengobatan Kanker Endometrium

Ada beberapa langkah pengobatan kanker endometrium yang umumnya diberikan berdasarkan beberapa faktor seperti kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, lokasi kanker endometrium berada, tipe kanker endometrium, ukuran hingga stadium atau tingkat penyebaran sel kanker endometrium di dalam rahim. Berdasarkan hal tersebut, berikut ini beberapa metode pengobatan kanker endometrium yang dianjurkan para dokter:

  • Operasi

Penganan melalui operasi ialah tindakan pengobatan yang paling efektif untuk menangani kanker endometrium. Operasi akan dilakukan jika kanker masih pada stadium awal. Ada 2 jenis tindakan operasi yang biasanya dilakukan, histerektomi untuk pengangkatan rahim. Tindakan operasi ini akan membuat pasien tidak bisa mengandung lagi di kemudian hari. Ada pula salpingo oophorectomy, yaitu prosedur pengangkatan indun telus dan tuba falopi yang juga menyebabkan pasien kehilangan kesempatan untuk memiliki anak lagi di masa depan.

  • Kemoterapi

Metode pengobatan jenis ini mengandalkan obat-obatan untuk membunuh sel kanker dan mencegah sel jahat menyebar lebih luas. Jenis obat yang digunaka ialah seperti cisplatin, doxorubicin, carboplatin dan paclitaxel. Tidak jauh berbeda dengan kemoterapi untuk menangani kanker lainnya, penanganan kanker endometrium dengan kemoterapi juga menimbulkan beberapa efek samping untuk pasien karena kemoterapi ikut mematikan beberapa sel sehat.

  • Radioterapi

Pengobatan yang bisa dilakukan selanjutnya ialah radioterapi atau terapi radiasi. Dengan pengobatan ini, kanker endometrium akan ditangani dengan cara menggunakan pancaran energi tinggi untuk menghancurkan sel abnormal. Radioterapi juga akan dikombinasikan dengan beberapa metode pengobatan lainnya, salah satunya kemoterapi. Ada dua jenis radioterapi untuk menangani ataupun mencegah penyebaran sel kanker, yaitu radioterapi eksternal menggunakan mesin yang mengarahkan pancaran energi ke area tubuh yang terkena kanker. Ada pula radioterapi internal dengan menempatkan bahan radioaktif di bagian vagina.

  • Terapi hormon

Terapi hormon dilakukan dengan melibatkan obat tertentu untuk mempengaruhi kadar hormon di dalam tubuh. Terapi jenis ini biasanya akan dilakukan pada pasien kanker endometrium stadium lanjut yang sel kankernya telah menyebar hingga ke luar rahim. Ada 2 jenis terapi hormon yang bisa dilakukan seperti peningkatan hormon progesteron guna menghambat perkembangan sel kanker dan penurunan hormon estrogen guna menghancurkan sel kanker, misalnya tamosifen.

Pencegahan Kanker Endometrium

Kabar buruknya, sebagian besar kanker endometrium tidak bisa dicegah begitu saja. Akan tetapi, terdapat beberapa tindakan yang bisa dilakukan guna menurunkan risiko terkena kanker endometrium, antara lain:

  • Rajinlah melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin, seperti pemeriksaan panggul dan pap smear sehingga dokter bisa mendeteksi adanya¬† gangguan atau tanda abnormal lain
  • Coba pertimbangkan untuk menggunakan pil KB, penggunaan alat kontrasepsi oral selama 1 tahun bisa mengurangi risiko terkena kanker endometrium. Hanya saja setiap alat kontrasepsi oral juga membawa efek samping sehingga Anda patut mendiskusikannya dengan dokter sebelum memutuskan menggunakannya
  • Jaga dan pertahankan berat badan ideal karena obesitas juga memicu kanker endometrium
  • Olahraga secara rutin, setidaknya lakukan selama 30 menit setiap hari
  • Coba diskusikan manfaat dan risiko melakukan terapi hormon setelah menopause karena penggunaan terapi hormon dapat meningkatkan risiko kanker payudara

Demikianlah detail informasi mengenai apa itu kanker endometrium? gejala, penyebab, pengobatan dll, semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan ya.

Wajib Tahu! Apa Itu Kanker Kolorektal? Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tak perlu diragukan lagi bahwa hidup sehat adalah sebuah keharusan. Sebab. Hidup sehat akan membantu masyarakat terhindar dari berbagai masalah kesehatan atau penyakit, termasuk kanker kolorektal alias kanker yang menyerang usus besar (kolon) dan anus (rektum). Apakah nama kanker tersebut Read more

Mengenal Sekilas Tentang Kanker Kelenjar Air Liur

Kanker merupakan sebuah penyakit yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kanker, salah satunya adalah banyaknya penggunaan bahan kimia penyebab kanker dalam kehidupan sehari-hari. Jenis-jenis dari kanker pun beraneka ragam. Jenis kanker yang paling sering kita Read more

Apa Itu Kanker Kandung Kemih? Gejala, Penyebab, Pengobatan

Kanker adalah nama salah satu penyakit berat yang sangat mematikan. Orang-orang yang mengalami sakit kanker sebagian besar kecil sekali kemungkinannya untuk bisa sembuh total, meskipun sudah mendapatkan penanganan dengan sebaik mungkin dan diobati dengan segala macam cara. Seringnya penderita penyakit Read more

Sering Dianggap Hepatitis, Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Kanker Hati

Hati merupakan organ penting yang berfungsi menyaring dan memproses darah serta fungsi pembersihan racun dalam tubuh. Karena fungsinya tersebut, hati cukup rentan terhadap penyakit salah satunya adalah kanker hati. Apa itu kanker hati? Apa Itu Kanker Hati? Kanker hati merupakan Read more