Inilah Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Posted on


Bahaya rokok elektrik bagi kesehatan akhir-akhir ini seolah menjadi trending topic dan fenomena baru yang berkembang di masyarakat global. Dari mulai masyarakat umum, tim kementrian kesehatan hingga badan kesehatan dunia seperti WHO terlibat langsung menyumbangan hasil pemikiran dan penelitiannya terhadap bahaya rokok elektrik bagi kesehatan.

Bagi yang belum mengetahui apa itu rokok elektrik, mungkin fenomena bahaya rokok elektrik bagi kesehatan ini sedikit membingungkan karena sebagaimana yang kita ketahui selama ini bahwa yang namanya rokok terbuat dari tembakau dan bahan lainnya yang dikonsumsi dengan cara diisap setelah sebelumnya dibakar ujungnya hingga tersulut.

Asap yang ditimbulkan oleh rokok konvensional inilah yang menjadi awal mula pemunculan gagasan dibuatnya rokok elektrik, dengan tujuan awal agar menciptakan jenis rokok baru yang meminimalisir resiko kerugian kesehatan baik bagi para perokok yang mengisap secara langsung rokoknya maupun para perokok pasif yang tidak jarang lebih dirugikan atas asap rokok yang ditimbulkan.

Namun alih-alih meminimalisir bahaya nikotin dan zat lainnya yang terkandung dalam rokok konvensional, faktanya, bahaya rokok elektrik bagi kesehatan justru jauh lebih tinggi daripada bahaya yang ditimbulkan dari rokok konvensional. Nah, apa saja bahaya rokok elektrik bagi kesehatan? Berikut ulasannya.

 

5 Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

 

  1. Pencemaran Udara

Kadar asap yang ditimbulkan oleh rokok elektrik memang tidak sebanyak yang ditimbulkan oleh rokok konvensional, namun tahukah bahwa asap rokok elektrik mengandung formalin dan asetaldehida yang bahkan tidak dimiliki oleh rokok konvensional? Oleh karena itu bahaya rokok elektrik bagi kesehatan termasuk untuk lingkungan pun lebih besar daripada bahaya rokok konvensional.

 

  1. Gangguan Fungsi Paru-paru

Ada satu senyawa dalam rokok elektrik yang disebut dietilen glikol. Senyawa inilah yang membuat nikotin yang juga dikandung oleh rokok elektrik menjadi tidak mengalami pembekuan. Ditilen glikol bersamaan dengan kandungan nikotin dan formalin yang diisap oleh perokok rokok elektrik menjadi paduan berbahaya untuk kesehatan paru-paru.

  1. Merusak Kerja Otak

Senyawa tetramethylpyrazine yang dikandung oleh rokok konvensional, yang sebagaimana kita ketahui merupakan biang keladi kerusakan otak ternyata juga dikandung oleh rokok elektrik, oleh karenanya bahaya rokok elektrik bagi kesehatan pun sama saja dengan rokok konvensional ; merusak kerja otak.

 

  1. Picu Penyakit Kanker

Nitrosamine adalah senyawa utama yang menyebabkan kanker, yang merupakan hasil dari perpaduan nikotin cair dan gliserin yang di sini jelas terkandung pada rokok elektrik, sehingga bisa disimpulkan bahkan peluang terciptanya kanker jauh lebih banyak dibanding rokok konvensional. Jadi jika masih berpikir bahwa rokok elektrik aman dan jauh dari kanker, sebaiknya dipikir kembali.

 

  1. Hati-hati Meledak!

Rokok elektrik pada dasarnya menggunakan sistem batrai dan aliran listrik meskipun mereka mengklaim bahwa kadar baterai dan listriknya dijamin aman. Namun jangan salah, jaminan itu tidak pernah ada, karena sekecil apa pun kadar baterai dan listrik dalam suatu benda bisa memicu ledakan.

Mengerikan, kan, jika rokok yang sedang diisap meledak di mulut sebagaimana yang telah terjadi pada seorang pemuda beberapa waktu lalu, hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit. Lagi-lagi resikonya lebih tinggi daripada rokok konvensional.

 

Pemerintah Hingga WHO Waspada Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

 

Berdasarkan efek negatif yang diakibatkannya, akhirnya BPOM, WHO sebagai badan kesehatan dunia serta pemerintah Cina sendiri sebagai produsen rokok elektrik melarang peredaran rokok elektrik di pasaran karena bahaya rokok elektrik bagi kesehatan merugikan banyak pihak.