3 Kebiasan Buruk yang Menyebabkan Jumlah ASI Sedikit

Posted on


Kurang istirahat bisa mengkibatkan gangguan kesehatan dan mengurangi suplai ASI.

Menurut sebuah studi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap bayi baru lahir dapat memberikan ASI secukupnya setidaknya selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, banyak ibu mengalami kesulitan karena kurang mencukupi menyusui secara alami.

Berikut ini tiga kebiasaan buruk wanita hamil yang dapat mengurangi jumlah ASI sebagai berikut:

Ibu menyusui dengan payudara pendek

Pemberian ASI singkat menyebabkan kelebihan ASI. Saat itu, tubuh tidak terstimulasi untuk menghasilkan lebih banyak susu. Berangsur-angsur persediaan susu akan singkat.

Memberi makan bayi Anda dengan tidak benar

Menyusui dapat menyebabkan bayi tidak mengisap susu tapi juga nyeri payudara. Praktik ini menyebabkan sedikit rangsangan payudara, sehingga tidak ada refleks biasa. Perasaan nyeri payudara saat menyusui membuat sang ibu merasa tidak nyaman dan sangat takut memberi makan anaknya.

Istirahat tidak cukup

Kemampuan memproduksi susu setelah lahir tergantung pada apakah hipofisis mengeluarkan prolaktin lebih atau kurang. Jika wanita tidak sepenuhnya beristirahat, hal itu akan mempengaruhi kelenjar pituitari, yang sangat sulit untuk diproduksi. Jadi selain menyusui dini untuk merangsang kelenjar susu, sang ibu perlu meluangkan waktu tidur yang cukup agar kelenjar di bawah otak bekerja lebih baik.

Agar ASI cukup banyak ibu harus melakukan hal berikut :

  • ASI aktif

Memberi makan bayi Anda secara teratur meningkatkan sekresi hormon, merangsang kelenjar susu aktif, menghasilkan lebih banyak susu dan tidak kehilangan susu. Jangan pernah menunggu sampai bayi Anda menangis untuk menyusui, menyusui dengan nyaman tanpa harus taat. Setiap kali Anda menyusui, sebaiknya Anda tidak membatasi waktu menyusui sampai Anda berhenti menyusui.

Cara terbaik adalah memberi makan bayi Anda secara bergantian, menyusui di sebelah kiri jika tidak jenuh, lalu pindahkan ke kanan. Jika anak penuh bisa menggunakan mesin untuk menyedot susu yang tersisa dan menyimpan beberapa lemari es; Saat si kecil lapar, panaskan kembali dan masukkan ke dalam botol untuk memberi makan bayi. Menyusui bisa dibalik untuk payudara kanan. Dokter menyarankan agar ibu sebaiknya tidak menggunakan putingnya secara teratur.

  • Pijat dada secara teratur

Pijat membantu meningkatkan aliran darah ke daerah dada, sehingga meningkatkan laktasi. Sebaiknya buang sekitar 15 menit sehari untuk memijat dada. Catatan: Wanita yang membesarkan anak mereka tidak diijinkan memakai bra ketat.

  • Diet, istirahat yang cukup

Ibu sebaiknya jangan sering makan yang sangat mudah menyebabkan membosankan, tapi harus dipenuhi nutrisi dari sayuran, daging, ikan. Jika Anda menderita alergi makanan, sebaiknya hindari makanan ini. Sebaiknya ganti menu setiap hari untuk menambah rasa, hindari dimakan saat makan item. Ini juga membantu merangsang nafsu makan, memastikan tubuh diberi nutrisi yang cukup untuk menciptakan sumber susu bagi bayinya. Juga, jangan gunakan stimulan atau minuman beralkohol.